Character Camp

Pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan seseorang, tetapi juga dapat membangun dan membentuk karakter seseorang. Karakter merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat – dalam bersosialisasi.
Beberapa waktu lalu, pada tanggal 14-16 September 2016, SMAK PENABUR Kota Wisata mengadakan beberapa kegiatan rutin tahunan, yaitu: Campus Visit, Bina Iman, dan Character Camp. Character camp dikhususkan untuk peserta didik kelas X. Tujuan diadakannya Character Camp untuk meningkatkan karakter siswa, sekaligus mempererat ikat kekeluargaan di antara angkatan keempat SPEKTA ini.
Hari pertama kami, kami – murid kelas X datang mengenakan baju Pramuka. Kami memulai aktivitas diawali dengan renungan pagi dan upacara pembukaan – apel. Pada upacara pembukaan, Drs. Thomas Kristo M., M.M. selaku Kepala Sekolah SMAK PENABUR Kota Wisata menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan kami lalui selama tiga hari. Bapak Prioutomo, Bapak Sunardi, dan rekan-rekan adalah tamu spesial dari Bintara Pembina Desa (BABINSA) jawa Barat yang diundang oleh SMAK PENABUR Kota Wisata untuk mengisi acara di hari pertama. BABINSA sendiri adalah aparat yang akan langsung turun ke tempat kejadian bila terjadi suatu perkara yang mengancam keamanan NKRI di daerah mereka ditugaskan. Anggota BABINSA yakni orang-orang pertama dari barisan TNI. Oleh karena itu, di kegiatan ini kami dilatih untuk menjadi disiplin, terutama dalam hal baris-berbaris.
Selain tamu undangan dari BABINSA, kami juga mengundang anggota Satuan Karya Wilakartika. Ilmu yang kami dapat dalam sesi ini mengenai kepramukaan – mulai dari kode etik pramuka, orientasi kepenegakan, jenis pramuka di Indonesia, bantara dan pelaksana, serta tata upacara penegak. Setiap materi dijabarkan dan dijelaskan dengan detail guna mempersiapkan kami sematang-matangnya untuk menjadi penegak.
Selepas makan siang dan istirahat, kami turun ke lapangan untuk senam bersama tim BABINSA Jawa Barat. Terik matahari sempat membuat kami letih, namun rasa letih itu hilang begitu saja kala materi berikutnya disampaikan, yaitu mengenai jenis-jenis senjata dan cara untuk membongkar-pasang senapan. Salah satu anggota BABINSA, Bapak Sanib, dibantu dengan Bapak Sunardi dan Bapak Prioutomo, dengan sabar meladeni dan membantu setiap peserta didik yang maju untuk mencoba membongkar-pasang senapan.
Seusai rangkaian acara dan berbagai materi yang kami lewati, kini saatnya kami dikukuhkan jadi penegak. Apel sore kembali diadakan di lapangan tempat kami berkumpul tadi. Sebelum apel dimulai, bapak Thomas Kristo M., M.M. sempat mengadakan briefing dan mengajarkan tahapan-tahapan cara melipat kacu Pramuka Penegak. Dua perwakilan peserta didik diundang maju ke depan sebagai simbolis pengalungan kacu Pramuka dan pemakaian topi.
Bapak Thomas Kristo mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya kami sebagai penegak, kami harus siap mengemban merah putih bangsa negara Indonesia di pundak kami. Hal itu dibuktikan dengan kami bersama-sama mengucapkan Tri Satya Pramuka. Selain itu, Sir T, panggilan akrab Bapak Thomas Kristo, menjelaskan bahwa kami masih harus mengisi SKU (Syarat Kecakapan Umum) untuk sepenuhnya menjadi Anggota Penegak.
Sesi terakhir yang kami lalui hari ini adalah tentang dewan ambalan di SMAK PENABUR Kota Wisata. Pembicaranya adalah Sir T. Beliau menjabarkan dewan ambalan sekolah kami, Ambalan Arjuna-Srikandi, mulai dari lambang, tata kepengurusan, gugus depan, bahkan beliau juga menceritakan sejarah nama dewan ambalan. Sir T mengakhiri sesi dengan menampilkan sebuah video motivasi singkat yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri kami – sebagai para calon pemimpin masa depan.
Hari kedua pun dimulai dengan saat teduh pagi dan senam. Materi yang kami dapat hari ini adalah tentang 7 Habits atau 7 Kebiasaan – sesuatu yang harus dilalui untuk menjadi seorang pemimpin (leader) yang efektif. Kami berkumpul di aula lantai 8 untuk mengikuti sesi pertama. Kak Nilam Sari dari DUNAMIS Foundation, Universitas Indonesia, membawakan sesi dengan sangat menyenangkan dan ramai. Tak sedikit beliau mengadakan satu-dua permainan untuk meramaikan suasana. Materi dan tips-tips yang beliau sampaikan pun terdengar sangat menarik.
Selepas sesi pertama, kami dibagi menjadi tujuh kelompok, yang di mana kami akan mengelilingi sekolah untuk mencapai pos-pos berdasar 7 Habits yang telah ditentukan. Pos-pos ini mencakup berbagai permainan yang memiliki pelajaran di akhirnya. Satu pos mewakilkan satu poin. Kami juga harus mengisi buku Character Camp yang telah diedarkan khusus untuk materi 7 Habits ini.
Hari ketiga, tak ada lagi materi yang disampaikan. Panitia mengadakan outbond sebagai penutupan. Kelompok 7 Habits kami dibagi menjadi 14 kelompok outbond. Outbond berlangsung di lapangan, masih dengan sistem yang sama, yaitu mengitari pos demi pos. Namun kali ini setiap pos memuat 2 kelompok. Hampir semua pos membuat kami harus rela berbasah ria. Namun semuanya sangat menyenangkan. Setelah 3 jam full bermain di lapangan, kami dipersilakan mandi, beres-beres, kemudian berkumpul di aula. Kami mengisi lembar evaluasi dan post test mengenai materi kepramukaan yang kami dapat di hari pertama. Kemudian pengumuman pemenang dari outbond. Selepasnya, Sir James selaku ketua panitia dan Ma’am Elita memberikan satu -dua patah kata sebagai penutup. Sir James menyatakan bahwa ikatan kekeluargaan terbentuk di antara kami dan lambat laun akan menjadi semakin kuat. Ma’am El juga menambahkan, ada banyak pelajaran yang kami dapat dari camp ini – kerja sama, kekompakan, proaktif, tidak egois, dan lain-lain.