AKU INI MASIH MUDA

” Maka aku menjawab:

“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara,

sebab aku ini masih muda.”

(Yer. 1:6)

 

Pernahkah Anda memperhatikan para pelayan di gereja Anda? Berapa banyak yang berusia muda? Bersyukurlah kalau ada banyak pelayan muda di gereja Anda. Namun, tidak sedikit gereja yang mengalami kesulitan untuk mengajak pemudanya ikut terlibat di dalam pelayanan, apalagi untuk duduk di kemajelisan. Mengapa? Alasan klasiknya, “Saya masih muda, masih harus banyak belajar” atau “Saya masih muda, belum layak menjadi penatua.”

Alasan yang sama pernah diajukan oleh Yeremia ketika Tuhan memanggilnya untuk menjadi nabi. Yeremia menolak panggilan itu dengan mengatakan bahwa ia masih muda dan tidak pandai bicara. Padahal, Tuhan telah mengatakan bahwa Ia punya rencana untuk Yeremia sejak ia di dalam kandungan. Tuhan sudah menetapkannya untuk menjadi nabi. Yeremia tidak mengeraskan hati. Ia menerima panggilan tugas dari Tuhan untuk menjadi nabi yang “mencabut dan merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan, membangun dan menanam.” Tugas Yeremia memang tidak mudah sebab ia bukan hanya melakukan hal yang menyenangkan orang (membangun dan menanam), melainkan juga melakukan hal yang mungkin akan mendatangkan penolakan: menegur yang bersalah, merobohkan kebiasaan buruk, dan meruntuhkan kesombongan.

Youth, panggilan pelayanan dari Tuhan tidak memandang usia. Memang tugas panggilan itu bukan tugas yang mudah. Namun, Tuhan akan menyertai dan memperlengkapi setiap orang yang dipanggil untuk melayani-Nya seperti Ia telah menyertai dan memperlengkapi Yeremia di dalam tugas kenabiannya. Terimalah panggilan pelayanan dari Tuhan! Jangan mengeraskan hati!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/12/08/