BERSYUKUR ATAS ANUGERAH TUHAN

” Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi

tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan

keselamatan kepada mereka,

yang menantikan Dia. “

(Ibr. 9:28)

 

 

Teolog Jerman Dietrich Bonhoeffer berkata, “Anugerah keselamatan dari Yesus Kristus bukanlah anugerah yang murahan. Anugerah yang murahan adalah pengampunan tanpa pertobatan, baptisan tanpa disiplin gereja, perjamuan tanpa pengakuan, pengampunan dosa tanpa pengakuan pribadi. Anugerah murahan adalah anugerah tanpa pemuridan, anugerah tanpa salib, anugerah tanpa Yesus Kristus yang hidup dan berinkarnasi.” Sebuah pernyataan yang sangat jelas dan tegas.

 

 

Penulis Surat Ibrani mengingatkan bahwa umat perlu secara serius memahami pengurbanan Yesus Kristus di kayu salib. Pengurbanan tersebut adalah sebuah tindakan mempersembahkan diri untuk menebus dosa dunia. Hal itu tidak terjadi berulang kali, tetapi hanya satu kali saja dan berlaku abadi selamanya. Melalui pengurbanan Yesus Kristus, umat juga memperoleh anugerah keselamatan. Oleh karena itu, umat perlu untuk senantiasa taat dan menantikan kedatangan Yesus kembali.

Youth, adakah orang yang mau dihukum bukan karena perbuatannya sendiri? Apalagi, manusia cenderung membenarkan dan membela diri sekalipun perbuatannya salah. Oleh karena itu, kita perlu mengucap syukur dengan hidup benar di hadapan Allah atas anugerah mahal yang kita terima, yaitu pengampunan dosa dan keselamatan yang diberikan dalam pengurbanan Yesus Kristus di kayu salib. Kita yang semestinya mendapat hukuman, malah beroleh kasih karunia.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/03/06/