CERDAS SAJA TAK CUKUP

” Karena TUHANlah yang memberikan hikmat …. “

(Ams. 2:6)

 

 

Mungkinkah orang pandai melakukan hal-hal yang bodoh? Berulang kali saya mendengar kisah sedih tentang orang-orang dengan IQ (intellectual quotient) tinggi namun tidak memiliki kearifan moral. Akibatnya, mereka mengalami akhir yang tragis. Hal ini menunjukkan bahwa otak yang cerdas tidak cukup untuk mencegah seseorang membuat pilihan yang buruk.

 

 

Kitab Amsal 2:6-16, renungan kita hari ini, mengajak kita memohon hikmat kepada Tuhan, sebab dari-Nya datang pengetahuan dan kebijaksanaan. Selanjutnya, kitab Amsal memberitahukan beberapa faedah ketika seseorang dipenuhi dengan hikmat Tuhan. Kehidupannya akan diiringi oleh kebenaran, keadilan dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. Hikmat begitu penting sebab bermanfaat untuk melepaskan kita dari segala yang jahat dan tipu muslihat. Akhirnya, seseorang yang memperoleh hikmat Tuhan dalam hatinya, hidupnya akan bersukacita dan jiwa-nya bersorak-sorak.

 

 

Youth, hidup bukan hanya soal menjadi cerdas, tetapi juga menjadi arif dalam keseharian. Semakin banyak pergumulan yang pelik, semakin kita memerlukan hikmat untuk menimbang segala perkara dan adil dalam mengambil keputusan. Ketika jalan kita berliku-liku dan hampir sesat, hikmat diperlukan supaya tak salah melangkah. Kepandaian saja tak menyelesaikan masalah, tetapi hikmat menuntun kita pada pengenalan akan kehendak Tuhan dalam penyelesaian masalah. Mintalah hikmat Tuhan setiap hari dalam doa dan penyerahan diri, agar jalan hidup kita semakin hari semakin memuliakan Tuhan.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/07/12/