HIKMAT TUHAN

” Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;

manusia melihat apa yang di depan mata,

tetapi TUHAN melihat hati.”

(1Sam. 16:7)

 

 

Dalam sistem kepemimpinan, kita mengenal istilah reshuffle atau pergantian seseorang dari jabatan tertentu. Pergantian ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan, misalnya, karena kinerjanya. Jika seseorang dinilai tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka besar kemungkinan dirinya akan digantikan oleh orang lain yang dinilai lebih kompeten dan lebih baik.

 

 

Samuel merasa bersalah karena Saul ditolak Tuhan untuk menjadi raja sebab Saul tidak melakukan apa yang dikehendaki Tuhan saat ia menjadi seorang raja. Itulah sebabnya Samuel berdukacita karena Saul. Rupanya Tuhan memiliki rencana lain, Ia sudah menyiapkan seorang pengganti Saul. Samuel diutus Tuhan untuk mencari dan mengurapi orang tersebut. Meskipun Samuel ragu-ragu karena khawatir Saul akan membunuhnya, ia tetap pergi dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang tepat. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang dipilih Tuhan. Kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (ay. 7). Hikmat Tuhan menuntun manusia untuk menentukan sebuah keputusan asalkan manusia mau mendengarkan tuntunan-Nya.

 

 

Youth, dalam memutuskan sebuah keputusan, terkadang kita berada dalam situasi dilematis. Namun, jika kita mau dituntun oleh hikmat Tuhan, maka kita akan menemukan jalan keluar dan keputusan seperti apa yang harus kita buat karena Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi anak-Nya.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/04/23/