KERELAAN MENGUTAMAKAN SESAMA

” Setiap orang di antara kita 

harus mencari  kesenangan sesama kita

demi kebaikannya untuk membangunnya.”

(Rm. 15:2)

Auguste Comte menciptakan istilah Altruisme yang berasal dari bahasa Prancis, autrui, artinya: orang lain. Altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri. Para altruis mau mengorbankan dirinya sendiri demi kebaikan orang lain. Perilaku altruistik timbul bukan karena tekanan, melainkan karena kerelaan.

Paulus mengingatkan jemaat Roma untuk mewujudkan kasih dengan berbuat baik, bersikap adil, dan mengutamakan sesama. Nasihat Paulus dilatarbelakangi oleh situasi Jemaat yang belum memperlihatkan persekutuan yang bersatu dan saling membangun. Jemaat Roma yang multikultural salah satu pencetusnya. Setiap orang cenderung mengutamakan diri sendiri, keluarga, dan teman sebangsa. Namun, jemaat Roma harus menyadari bahwa mereka telah dipersatukan dalam satu Tubuh. Kerelaan untuk mengutamakan sesama anggota persekutuan merupakan kunci untuk menjaga kesatuan dan keutuhan persekutuan.

Youth, mengutamakan orang lain dan berbuat baik untuk kesenangan sesama memang bukan hal yang mudah. Kita selalu diperhadapkan dengan keinginan dan kepentingan pribadi lebih dulu. Saat susah orang merasa senasib dan menjalani hidup dengan saling mendukung dan menopang. Namun, saat keberhasilan datang, orang berubah menjadi sangat egois dan kehilangan kepedulian kepada sesamanya. Ingatlah teladan Kristus yang dorongan kasih dan kebaikan-Nya begitu kuat. Yesus merelakan segalanya untuk manusia. Hidup ini tidaklah berarti bila hidup kita hanya dipergunakan untuk kesenangan diri sendiri.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/09/19/