MENGUCAP SYUKUR

” TUHAN senang kepada orang-orang

yang takut akan Dia,

kepada orang-orang yang berharap

akan kasih setia-Nya. “

(Mzm. 147:11)

 

 

Suku Aztec menyembah banyak dewa dalam kehidupan keagamaan mereka. Salah satu dewa yang terkenal adalah Tlaloc, dewa hujan, kesuburan, dan air. Untuk membuat hati Tlaloc senang, mereka mempersembahkan anak-anak di musim semi. Suku Aztec percaya bahwa darah anak-anak merupakan “air berharga” yang disukai oleh Tlaloc. Pengurbanan suku Aztec bertujuan untuk membuat dewa yang mereka percayai senang. Sebagai umat Kristen, kita memang tidak melakukan ritual pengurbanan seperti suku Aztec karena Tuhan Yesus sudah mengurbankan diri-Nya bagi kita. Namun, apa yang dapat kita lakukan sebagai ungkapan syukur kita?

 

 

Mazmur 147:1-6 menjelaskan banyak perbuatan baik yang telah Tuhan lakukan kepada bangsa Israel. Tuhan telah membangun kembali Yerusalem yang hancur oleh musuh, mengembalikan umat yang tercerai berai, dan membebaskan mereka dari ketertindasan. Oleh karena itu, Pemazmur mengajak bangsa Israel untuk mengucap syukur dan menyenangkan hati Tuhan. Selain melalui lagu pujian, bangsa Israel juga menyenangkan Tuhan melalui sikap takut akan Dia. Sikap takut akan Tuhan membuat kita menyembah-Nya dengan segenap keberadaan diri, yaitu menyembah melalui tutur kata yang benar, pola pikir yang benar, dan tingkah laku yang benar. Menyenangkan Tuhan tidak hanya dilakukan pada hari Minggu atau saat kebaktian di gereja saja, tetapi setiap saat di dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Youth, banyak hal baik yang telah dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita. Jika Anda telah mengalami kebaikan Tuhan, mengucaplah syukur senantiasa kepada-Nya!

 

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/02/01/