WAKTU YANG BERHARGA

” Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi,

seperti rumput yang bertumbuh,

di waktu pagi berkembang dan bertumbuh,

di waktu petang lisut dan layu. “

(Mzm. 90:5-6)

 

Ketika ditanya mengenai hal apa yang paling mengejutkannya, Dalai Lama berkata, “Manusia. Mereka hidup seperti tak akan pernah mati, dan pada akhirnya akan mati tanpa pernah sungguh-sungguh hidup.” Dalai Lama mengkritik orang-orang yang lupa bahwa waktu mereka di dunia ini terbatas. Pada akhirnya, ada orang-orang yang menghambur-hamburkan waktunya untuk kesenangan sesaat. Ketika waktunya hampir tiba untuk meninggalkan dunia ini, barulah mereka sadar betapa berharganya waktu.

Waktu memang adalah anugerah Tuhan bagi setiap orang. Namun, tidak semua orang menyadari betapa terbatasnya waktu yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Kesadaran akan hidup manusia yang terbatas inilah yang menjadi inspirasi Mazmur 90 yang kita baca pada hari ini. Pemazmur sadar bahwa manusia juga sering menyia-nyiakan anugerah waktu yang diberikan Tuhan kepadanya. Bahkan, tidak hanya disia-siakan, waktu tersebut juga justru digunakan untuk hal-hal yang membuat Tuhan murka. Oleh karena itu, Pemazmur memohon kepada Tuhan untuk diberi kebijaksanaan agar hidupnya kelak dapat berharga di mata Tuhan.

Youth, mungkin kita sering berpikir bahwa kita masih muda dan masa depan masih jauh terbentang di depan kita. Mungkin cukup sering juga kita meremehkan waktu, karena kita merasa bahwa selalu ada hari esok untuk menyelesaikan segala sesuatunya. Bila memang demikian, berhentilah melakukan hal itu! Jangan sampai kita lengah dan melewatkan waktu-waktu berharga kita dengan hal-hal yang tidak berguna. Isilah masa muda kita sebagai bekal di saat kita dewasa sehingga hidup kita pun akan makin bermakna dari waktu ke waktu.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/11/17/