BERTOLONG-TOLONGAN

” Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!

Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. “

(Galatia 6:2)

 

Kekuatan sebuah tim bukan saja terletak kepada keahlian yang dimiliki oleh masing-masing anggota tim, tetapi juga terlihat dari kesediaan anggotanya untuk saling mengisi kekurangan satu sama lain di dalam kekompakan dan kerja sama yang baik. Hal itu dapat kita buktikan dalam tim olahraga, tim musik, tim kerja dan tim-tim lain yang terdiri dari kumpulan orang yang ingin mencapai tujuan tertentu melalui sebuah kerja sama. Saat semua melakukan perannya dengan baik, maka tujuan tim tercapai dengan sempurna.

 

Rasul Paulus menasihati jemaat Galatia supaya tidak bekerja sendirian dan melakukan tugas-tugas mereka saja tanpa memedulikan yang lain. Namun yang harus mereka lakukan ialah supaya beban yang mengadang mereka sebagai sebuah jemaat ditanggung bersama dalam semangat bertolong-tolongan. Menjelekkan orang lain supaya diri sendiri terlihat lebih baik bukanlah sikap pengikut Kristus. Sebaliknya, mereka harus menolong saudara-saudara seiman yang sedang mengalami masalah dengan kasih dan kesabaran, sehingga mereka yang kesusahan dapat kembali bangkit dan menemukan jalan keluar di dalam terang kasih Tuhan.

 

Teens, jika Allah memberikan kepada kita kelebihan tertentu di dalam hidup kita, itu berarti Allah menghendaki kita menjadi jalan berkat kasih-Nya kepada orang lain. Kebaikan dari Allah tidak boleh disimpan sedirian. Orang-orang yang lemah dan mengalami masalah jangan diejek atau ditinggalkan, tetapi harus dinasihati dan ditolong. Ada saatnya kita pun akan mengalami kelemahan, dan kita pun juga harus bersedia minta tolong dan mau mendapatkan pertolongan dalam hidup. Bertolong-tolongan adalah cara orang Kristen menghayati panggilannya di dunia ini. Bertolong-tolongan menunjukkan karakter peduli sekaligus rendah hati untuk menerima peran orang lain dalam karya dan kerja kita.

 

Sumber : http://www.ykb-wasiat.org/2018/08/29/