GURUKU PAHLAWANKU

” … mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku,

dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? “

(Amsal 5:13)

 

Teens, siapa yang tidak kenal Helen Keller, seorang tokoh disabilitas yang telah membuktikan bahwa kekurangan tidak menghalanginya untuk berkarya. Apa yang Helen Keller lakukan tidak lepas dari perjuangan seorang perempuan yang bernama Anne Sullivan. Anne Sullivan adalah sosok guru yang setia dalam mendidik Helen. Kesetiaan Anne dalam mendampingi dan mengajari Helen Keller belajar dan membaca huruf-huruf braille, telah menghantar muridnya tersebut menjadi tokoh besar yang menginspirasi dunia. Sungguh perjuangan yang luar biasa!

 

Teens, masa depan kita tidak terlepas dari peran setiap guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik kita. Setiap guru dalam keberadaannya telah menjadi pahlawan bagi anak didiknya. Melalui perjuangan dan jerih lelah mereka, kita mendapat banyak ilmu dan belajar mengenai keberhasilan serta kegagalan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menghormati guru dengan mematuhi nasihatnya yang baik dan menyimak pengajarannya. Jika kita tidak menghargai guru, tidak mendengarkan nasihatnya malah tidak mengacuhkannya, maka kita dapat terjerumus ke dalam hal yang salah dan merugikan diri kita sendiri (ay. 14).

 

Teens, perjuangan seorang guru untuk dapat mendidik kita tidaklah mudah. Ia harus mempersiapkan diri untuk mengajar, mengevaluasi pekerjaan kita, meluangkan waktunya untuk memberi kita pelajaran tambahan, mengajarkan kita nilai-nilai kehidupan, dan banyak hal lainnya. Ia lakukan semua itu untuk membantu kita menjadi orang yang berhasil. Ia tidak memiliki tujuan lain selain hanya ingin anak didiknya menjadi orang yang berhasil di dalam hidupnya. Sudah sepatutnya kita menghargai pengorbanan guru kita dengan menunjukkan sikap yang baik dan menghormatinya.

Sumber : http://www.ykb-wasiat.org/2018/06/12/