MENERIMA PERBEDAAN

“… dosa sudah mengintip di depan pintu;

ia sangat menggoda engkau,

tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

(Kejadian 4:7)

 

Teens, kapan terakhir kali kamu bertengkar dengan saudaramu atau dengan kawanmu? Apakah yang menjadi penyebabnya? Lalu apakah pertengkaran itu sudah selesai saat ini? Pertengkaran paling sering dipicu oleh sikap menolak perbedaan. Dalam emosi kemarahan yang membara acap kali kita tidak dapat berpikir jernih untuk mengambil tindakan dan berkata-kata yang tepat kepada orang lain. Tentu sikap itu mesti diperbaiki, karena jika berlarut-larut dipelihara akan sangat berbahaya!

 

Kain membunuh adiknya sendiri. Apa sebabnya? Karena ia tidak mau diingatkan Allah untuk menguasai dosanya. Kain tidak pandai dalam menerima perbedaan. Saat Allah mengindahkan persembahan Habel, tidak semestinya Kain marah. Tentu ada hal lain yang Allah lihat dari Kain selain persembahannya. Jika Kain mampu menerima dengan lapang dada perbedaan sikap Allah di dalam melihat persembahan masing-masing, maka ia tidak perlu menjadi marah dan kesal kepada adiknya. Namun Kain tidak memilih itu. Kain membiarkan emosi kemarahan menguasai diri sehingga emosinya menjadi tidak terkendali dan berujung pada tindakan pembunuhan.

 

Teens, hati-hati. Jangan sampai diri kita dikuasai oleh dosa karena kita iri hati kepada orang lain. Allah mengasihi kita dengan kasih yang sama. Mungkin saja ungkapan kasih-Nya acap kali berbeda. Namun kita tidak boleh menilai apa yang Allah lakukan berangkat dari emosi semata. Karena apa yang Allah lakukan jauh lebih besar dari pemikiran kita. Kemampuan masing-masing orang berbeda-beda. Jangan menjahati orang lain supaya kita kelihatan baik. Terimalah perbedaan dengan kerendahan hati dan ketegaran, karena di dalam pandangan Allah, semua pribadi sungguh sangat berharga.

 

Sumber : http://www.ykb-wasiat.org/2018/08/04/