PELAYANAN DALAM KEBERSAMAAN

“Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu?

Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk,

sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?”

(Kel. 18:14)

 

Kepemimpinan di dalam gereja-gereja reformasi umumnya adalah kolektif kolegial. Kepemimpinan dijalankan secara bersama-sama agar pelayanan dapat berlangsung efektif dan efisien. Alangkah repotnya bila kepemimpinan di dalam gereja dijalankan seorang diri, sementara jumlah umat yang dilayani begitu banyak.

Suatu kali, Musa mengadili segenap umat Israel seorang diri dari pagi sampai petang. Melihat hal ini, Yitro, mertua Musa yang kebetulan sedang mengunjungi Musa memberikan nasi­hat kepada Musa, “Tidak baik yang kaulakukan itu. Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta eng­kau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja” (Kel. 18:18). Selanjutnya, Yitro memberi nasihat agar Musa memilih di antara bangsa Israel orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap. Mereka selanjutnya ditempatkan di antara bangsa Israel sebagai pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pe­mimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang (ay. 21). Persoalan-persoalan yang berat biarlah dibawa kepada Musa, sementara persoalan-persoalan yang ringan hendaknya disele­saikan melalui perantaraan orang-orang pilihan itu (ay. 22).

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/27/