BERBAHAGIA KARENA MELAYANI

“Jikalau kamu tahu semua ini,

maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.”

(Yoh. 13:17)

 

Seseorang disebut sukses kalau ia memiliki banyak (having more), misalnya memiliki be­berapa mobil bagus dan rumah besar, mewah dan megah. Orang merasa senang saat memiliki uang yang banyak dan perusahaan banyak. Na­mun orang yang memiliki banyak materi belum tentu bahagia. Untuk berbahagia orang tidak harus memiliki banyak, melainkan perlu memberi banyak (giving more) seperti yang dilakukan Mother Theresa, ia memberi banyak kepada orang-orang yang membutuhkan. Memberi membuat Mother Teresa baha­gia, damai, dan bersuka cita walau secara materi dia tidak memiliki banyak.

 

Memberi banyak bukan hanya dalam bentuk memberi uang atau barang, tetapi juga memberi diri melalui pelayanan. Tuhan Yesus mengajarkan para murid agar menyadari satu hal penting yaitu, diri-Nya sebagai Guru yang melayani. Para murid perlu meneladani tindakan sang Guru dan melakukannya secara nyata. Bila mereka melakukan yang dite­ladankan Yesus, maka para murid akan berbahagia (Yoh. 13:7). Tuhan berkata bahwa melayani itu mendatangkan kebahagiaan. Hal yang dapat dilihat kebenarannya melalui kehidupan orang-orang yang melayani orang lain dengan tulus, baik di gereja maupun di tempat lainnya. Dalam diri orang-orang yang melayani kita melihat kebahagiaan, kebahagiaan karena merasa diri berarti dan berguna bagi sesama.

 

Youth, Saudara boleh mengejar kesuksesan dan memiliki banyak hal di dunia ini. Namun ingat bahwa sebanyak apa pun yang Saudara miliki di dunia ini, tidak menjamin kebahagiaan akan datang. Namun dengan memberi, termasuk memberi diri melalui pelayanan, Saudara akan ber­bahagia.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/24/