BERIMAN, BUKAN MENCOBAI ALLAH

” Mereka akan menatang engkau di atas tangannya,

supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. ”

(Mzm. 91:12)

 

Dalam kotbahnya, seorang pendeta berkata, “Kalau Saudara memakai minyak urapan, maka hidup Saudara dijamin baik oleh Allah. Saudara akan diberkati. Apa yang Saudara kerjakan pasti berhasil. Saudara benar-benar menjadi anak raja, bisa makan, tidur, dan mengalami kelimpahan berkat-Nya. Ini janji Allah untuk Saudara-saudara!”

 

Kotbah pendeta tersebut tidak alkitabiah dan bisa mendorong jemaat mencobai Tuhan. Tuhan memang berjanji akan menjadi tempat perlindungan umat-Nya. Ia berjanji akan senantiasa menjaga dan memberkati umat-Nya, seperti dikatakan dalam bacaan hari ini bahwa Allah akan melindungi umat-Nya agar kakinya tidak terantuk batu, dan juga memampukan umat-Nya untuk menginjak anak singa dan ular naga. Yesus pun pernah dicobai iblis dengan memakai ayat ini. Iblis meminta Yesus menjatuh­kan diri-Nya dari atas bubungan bait Allah dengan berkata, “Menge­nai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan-nya, supaya kaki-Mu tidak terantuk kepada batu” (Mat. 4:6). Apa respons Yesus? Ia menjawab, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Mat. 4:7). Walaupun Ia tahu Allah sanggup menjaga-Nya, Yesus tidak mau menjatuhkan diri-Nya. Ia tidak mau mencobai Allah.

 

Youth, meyakini bahwa Allah mengasihi kita itu baik. Namun kita perlu bertanggung jawab dalam menjalani hidup. Percaya bahwa Allah memberkati seharusnya memotivasi kita untuk memiliki etos kerja tinggi, memiliki semangat belajar yang tinggi dan menjaga integritas sebagai anak Allah.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/19/