IMPOSSIBLE IS NOTHING

” Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu,

maka tubuh memang mati karena dosa,

tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”

(Rm. 8:10)

 

Andi kecanduan rokok sejak usia 12 tahun. Ia sadar bahwa merokok itu merusak kesehatan dan ia memutuskan untuk berhenti merokok. Namun setiap kali mencoba, setiap kali itu juga ia gagal. Andi pun me­nyerah. Ia berkata kepada Tuhan, “Tuhan, saya tidak bisa lepas dari rokok. Saya akan menjadi perokok selamanya.” Ajaibnya, ke­tika ia mengisap rokok, ia merasa pusing dan batuk-batuk. Ia tidak bisa lagi merasakan nikmatnya rokok. Sejak saat itu, ia berhenti merokok. Ketika ia merasa tidak mampu, Tuhan menolongnya untuk berhenti merokok.

 

Ya, di dalam Tuhan Yesus impossible is nothing! Renungan hari ini menyatakan bahwa manusia tidak akan bisa mengikuti kehen­dak Allah bila bersandar pada diri sendiri (ay. 3). Manusia mampu mengikuti kehendak Allah karena Kristus yang mati dan bangkit (ay. 4-6). Kematian Kristus menunjukkan hukuman Allah atas dosa diberlakukan. Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kuasa dosa (baca: kematian) telah dikalahkan. Kalau kematian saja bisa dika­lahkan, maka di dalam Yesus tidak ada yang mustahil. “Jika Roh Kristus di dalam kamu, maka roh itu akan menghidupkan dan mem­benarkan” (ay. 9). Orang percaya mampu hidup benar ketika meng-izinkan Roh Allah bekerja di dalam dirinya.

 

Youth, setiap kita punya kelemahan yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa. Namun, setiap kita memiliki Roh Allah yang memampukan kita mengatasi kelemahan yang ada. Terbukakah Saudara terhadap kuasa-Nya yang ajaib, yang memampukanmu un­tuk berubah dan hidup benar?

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/05/