LEBIH BERHARGA DARI PERMATA

” Ia lebih berharga dari pada permata;

apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. ”

(Ams. 3:15)

 

Anak seorang politikus ternama di Indonesia studi di Amerika. Sayangnya, kesempatan studi dan materi yang dimiliki tidak diman-faatkan dengan baik. Ia hidup berfoya-foya. Hampir setiap malam ia clubbing dan di akhir pekan mengadakan party, mengundang teman-temannya yang berasal dari Indonesia. Aki­batnya, ia gagal dalam studinya. Selama tiga tahun di Amerika, ia sudah berpindah sekolah tiga kali. Hal yang bila terus dilakukan dapat membuat hidupnya akan susah kelak, sebab ia tidak selamanya ber­sama orangtuanya dan harta orangtuanya pun tidak akan selamanya ada.

 

Uang sebanyak apa pun akan habis dan kesempatan sebaik apa pun akan hilang, kalau orang yang memilikinya tidak punya hikmat untuk mengelolanya. Firman Tuhan berkata bahwa hik­mat itu lebih berharga daripada harta, seperti emas permata. Apa yang diinginkan manusia tidak akan pernah menyamai nilai hik­mat (ay. 15). Dengan hikmat manusia bisa mendapat lebih banyak harta sekaligus dapat berbahagia (ay. 13). Orang yang memiliki harta belum tentu bahagia, tetapi orang yang berhikmat mampu membuat hidupnya bahagia. Itu sebab Amsal hari ini menekankan berkali-kali tentang perlunya memiliki hikmat. Hikmat adalah harta kehidupan.

 

Youth, apakah Saudara sadar bahwa hikmat itu lebih mahal dari pada permata? Apakah Saudara sungguh-sungguh mau men­cari hikmat? Kalau iya, maka Saudara akan mengalami hidup yang berharga dan bahagia.

 

Sumber  : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/13/