MALU BERTANYA SESAT DI JALAN

” Mereka tidak mengerti perkataan itu,

namun segan menanyakannya kepada-Nya. “

(Markus 9:32)

 

Sebuah pepatah berkata, “Malu bertanya sesat di jalan.” Ada beragam alasan mengapa orang malu bertanya ketika ia tidak mengerti per­kataan atau pernyataan yang ia dengar. Ada orang yang tidak mau bertanya karena mera­sa dirinya tahu segalanya, ada juga karena ti­dak mau dianggap bodoh, sehingga berusaha menyembunyikan ketidaktahuannya.

Para murid dalam bacaan kita hari ini juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada mereka, namun mereka segan untuk bertanya kepada-Nya (ay.32). Setelah Tuhan Yesus mengatakan tentang penderitaan yang akan Ia alami, yang didiskusi­kan oleh para murid justru siapa yang terbesar di antara mereka. Hal yang dikatakan Tuhan Yesus dan hal yang diperbincangkan oleh para murid jelas sangat bertentangan. Tuhan Yesus berbicara tentang pen­deritaan dan pengorbanan yang akan dilakukan-Nya, namun para mu­rid justru bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Maksud Tuhan Yesus mengatakan tentang penderitaan-Nya adalah un­tuk mempersiapkan iman dan mental para murid dalam menghadapi guncangan yang akan terjadi, tetapi para murid memahaminya lain. Dasar kekeliruan itu ialah karena mereka segan bertanya kepada Yesus dan mencoba menyembunyikan keterbatasan mereka dari-Nya.

Youth, hari ini kita diajarkan untuk tidak malu bertanya ketika kita tidak mengerti maksud dari perkataan seseorang, sehingga kita tidak salah dalam mengartikan maksud dari perkataan yang kita dengar. Juga agar kita mau mengakui keterbatasan kita di hadapan sesama, terlebih lagi di hadapan Tuhan.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/23/