MELUPAKAN KEBAIKAN ALLAH

” Tetapi segera mereka melupakan

perbuatan-perbuatan-Nya,

dan tidak menantikan nasihat-Nya …. ”

(Mzm 106:13)

 

Ada sebuah peribahasa yang berbunyi, “Bagai kacang lupa kulitnya.” Peribahasa ini dipakai untuk menggambarkan orang yang melupakan asal usulnya dan orang-orang yang berjasa dalam kehidupannya. Orang yang diibaratkan seperti kacang lupa kulitnya ini, bisa dijumpai di setiap zaman juga di zaman sekarang ini. Orang-orang semacam ini, bisa tega mening­galkan atau menelantarkan orangtuanya ke­tika sudah sukses.

 

Mazmur 106 menggambarkan Israel bagai kacang yang lupa kulit­nya. Begitu mudahnya bangsa Israel melupakan perbuatan dan kebaikan Tuhan dalam hidup mereka, padahal Tuhan baru saja menolong mereka, menuntun mereka menuju tanah perjanjian, melindungi dan menyertai perjalanan mereka. Alih-alih bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup mereka, mereka justru bersungut-sungut dan menyakiti hati Tuhan. Mereka menyakiti hati Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya. Mereka benar-benar melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka di Mesir, melupakan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan bagi mereka.

 

Youth, bagaimana dengan kita? Seberapa sering kita melupakan kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Seberapa sering kita ber­sungut-sungut dan menyalahkan Tuhan karena persoalan hidup yang kita alami, bahkan lari dari Tuhan? Jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, tanamkan itu dalam diri kita, dan selalu ukir di hati kita. Ingat selalu akan kebaikan Tuhan, karena dengan mengingat kebaikan Tuhan kita akan mampu mensyukuri hidup kita.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/03/