KEBAHAGIAAN

” Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu,

janganlah tinggalkan aku sama sekali. ”

(Mzm. 119:8)

 

 

Tujuan hidup semua manusia adalah sama, yaitu mencari kebahagiaan. Yang membeda­kan adalah apa yang dianggap dapat men­datangkan kebahagiaan dan cara meraihnya. Kebanyakan orang menganggap kekayaan dan kekuasaanlah yang dapat mendatangkan ke­bahagiaan. Karena itu banyak orang yang berusaha untuk meraihnya. Ada yang dengan bekerja keras, ada juga yang menggunakan jalan pintas seperti korupsi. Meskipun ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak identik dengan kebahagiaan, namun banyak orang yang tetap mengejarnya.

 

Mazmur 119:1-8 membuka wawasan kita bahwa untuk meraih kebahagiaan bukanlah melalui kekayaan atau kekuasaan melainkan melalui ketaatan pada perintah Tuhan. Kebahagiaan akan dimiliki oleh orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang senantiasa me­megang peringatan-peringatan-Nya, yang memiliki kerinduan untuk mencari Dia dengan segenap hati, dan yang tidak melakukan kejahatan tetapi hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan.

 

Youth, benar apa yang dikatakan pemazmur. Jika hidup kita ti­dak bercela, tidak melakukan kejahatan, maka kita pun akan merasa tenang. Punya banyak harta jika hasil kejahatan, pasti tidak akan ada damai sejahtera. Jika kita mau bersyukur, maka kita akan merasa cukup. Bila hati kita dibiarkan dipenuhi keserakahan, harta sebanyak apa pun tidak akan pernah cukup. Karena itu, hiduplah di jalan yang ditunjukkan Tuhan, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang se­jati.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/01/