SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA?

Jawab orang itu: 

“Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

(Luk. 10:37)

 

 

Jika kita mengajukan pertanyaan, “Siapakah sesamaku?” jawaban yang didapat bisa sangat beragam. Tergantung siapa yang men­jawab dan dari sisi mana kita melihatnya. Kita bisa menganggap mereka yang memi­liki kesamaan suku, agama atau ras sebagai sesama. Atau jika menjelang pemilu, mereka yang memiliki kepentingan sama dianggap sebagai sesama. Pendapat mana yang paling benar?

 

Dalam bacaan hari ini, ada dua hukum yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal: mengasihi Tuhan, Allahmu dan mengasihi sesamamu manusia. “Dan siapakah sesamaku manu­sia?” tanya si ahli Taurat. Untuk menjawab pertanyaan itu, Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang seseorang yang dirampok habis-habisan dan dianiaya hingga setengah mati. Lalu lewatlah seorang imam, seorang Lewi dan seorang Samaria di dekatnya. Sang imam dan orang Lewi berlalu begitu saja sementara orang Samaria tergerak hatinya oleh belas kasihan lalu menolong orang itu. Pertanyaannya,“Siapakah di antara ketiga orang ini, adalah sesama dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”Jawabannya jelas, orang yang telah menunjukkan belas kasih kepada si korban.

 

Youth, Yesus mengajak kita untuk melihat pertanyaan itu dari sudut pandang yang berbeda yaitu dari sudut pandang mereka yang teraniaya dan membutuhkan pertolongan. Siapakah sesama bagi mereka yang teraniaya? Jawaban semua orang pasti sama: yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya. Maukah Saudara menjadi sesama bagi mereka?

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/03/