BARU

” Aku memberikan perintah baru kepada kamu,

 yaitu supaya kamu saling mengasihi; 

sama seperti Aku telah mengasihi kamu

demikian pula kamu harus saling mengasihi. ”

(Yoh. 13:34)

 

 

Setelah menabung sekian lama, akhirnya Anto dapat membeli sebuah rumah. “Weh, Anto punya rumah baru!” teman-teman kantornya menggoda. Segera Anto mengoreksi, “Bukan rumah baru tapi rumah lama yang direnovasi.” Teman-temannya menjawab,”Ya, kami tahu rumah itu sudah lama ada. Tapi sekarang ke­adaannya baru, lebih bagus dari yang lama.” Rumah Anto memang rumah lama tapi kualitasnya baru, jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Dalam Yohanes 13:31-35, Tuhan Yesus memberikan perintah baru kepada murid-murid-Nya yaitu supaya mereka saling mengasihi. Tapi bukankah perintah untuk mengasihi sudah ada sejak zaman Perjanjian Lama? Seperti tertulis dalam Imamat 19:18 “… kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Memang benar perintah untuk mengasihi sudah ada sejak zaman Perjanjian Lama, namun kualitasnya berbeda. Dalam Perjanjian Lama kita diminta mengasihi seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Sementara dalam perin­tah baru kita diminta mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. Kasih Yesus tentu jauh lebih berkualitas dari kasih manusia. Itulah sebab­nya orang akan segera tahu bahwa kita adalah murid Yesus, jika kita saling mengasihi seperti Dia mengasihi kita.

 

Youth, perintah baru diberikan kepada kita semua sebagai murid-murid Yesus, yaitu untuk saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. Kasih yang bagaimana? Kasih yang memberi dan bukan menuntut. Mengasihi bahkan kepada mereka yang menyakiti kita. Kasih yang rela memberi pipi kiri kepada orang yang menampar pipi kanan.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/