MENJADI SALURAN BERKAT

” Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu,

sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau

di negeri yang diberikan TUHAN .… ”

(Ul. 15:4)

 

Keluarga Pak Kurdi hidup sangat pas-pasan, bah­kan cenderung berkekurangan. Meski demikian, Pak Kurdi sendiri tidak terlihat khawatir atau pusing dengan keadaan itu. Ia tidak tampak bekerja untuk mengatasi masalah keuangan ke­luarganya. Pak Kurdi justru memilih meminta bantuan dari gereja untuk memenuhi kebutuhan studi dua orang anaknya. Hal itu dilakukan­nya sekalipun sebenarnya saudara-saudara dari Pak Kurdi adalah orang-orang berada. Ternyata hutang Pak Kurdi kepada saudara-saudaranya sudah terlalu besar, sehing­ga ia lebih memilih meminta bantuan dari pihak gereja.

 

Jalan hidup tiap-tiap orang memang tidak dapat dipastikan. Ada yang diberkati sehingga berkelimpahan, namun ada juga yang hidup berkekurangan. Ulangan 15:1-11 mengatur tentang hal itu agar tidak ada orang yang miskin di antara umat Tuhan. Jika sekiranya ada orang yang miskin, maka janganlah orang yang kaya menegarkan hati. Orang yang berkelimpahan haruslah membuka tangan lebar-lebar dan memberikan bantuan bagi keperluan saudaranya yang miskin. Sebab untuk itulah Tuhan memberkati dalam segala pekerjaan dan usaha, yakni menjadi berkat bagi orang-orang lain.

 

Youth, tidak semua orang menikmati jalan hidup yang mulus. Ada juga yang harus bergumul dengan berbagai persoalan, termasuk perkara ekonomi. Jika Tuhan memberkati usaha atau pekerjaan kita, hendaklah kita menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan. Walau demikian, kita perlu bijaksana dalam memberi bantuan. Jangan sampai bantuan kita justru membuat orang menjadi manja dan malas berusaha, seperti sikap Pak Kurdi di atas.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/09/