PENGHARAPAN

” Tetapi TUHAN adalah kota bentengku …. “

(Mzm. 94:22)

 

Manusia memberikan beragam respons terhadap situasi yang dihadapi. Pada saat tidak berdaya, dalam penderitaan, dan di bawah tekanan, sebagian orang menjadi kehilangan harapan dan menyerah. Di antara mereka yang menyerah pada keadaan, beberapa memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Selain itu, ada juga yang mencari kambing hitam. Mereka ini mencari pihak yang dipandang bertanggung jawab dan dapat dijadi­kan sasaran kemarahan. Kambing hitamnya bisa sesamanya atau bahkan Allah sendiri. Lalu, bagaimana seharusnya sikap orang percaya?

 

Pemazmur meminta orang-orang tetap berbahagia bila hidupnya dalam kebenaran (ay. 12). Ia meminta orang percaya untuk tetap berpeng­harapan pada Tuhan, terus berusaha, dan tidak menyerah. Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya terus dalam penderitaan. Ia akan menun­jukkan keadilan-Nya. Kasih setia-Nya akan menyokong, penghiburan-Nya akan menyenangkan jiwa, dan Ia sendiri yang akan menjadi Pelindung bagi umat-Nya.

 

Memang, mengikut Tuhan tidak selamanya akan berada dalam ke­nyamanan. Hidup mengikut Kristus kerap diwarnai dengan bentuk-bentuk penderitaan. Penolakan yang dialami Kristus juga akan dialami oleh murid-murid Kristus. Diskriminasi terhadap orang-orang Kristen masih terjadi di sekolah, tempat kerja bahkan keluarga. Demikian pula fitnah akan muncul dari orang-orang yang tidak menyukai kebenaran dan kejujuran.

 

Bila engkau menderita karena kebenaran, tetaplah kuat dan berpeng­harapan pada Tuhan. Ia bersamamu dan akan terus bersamamu. Nantikan­lah saat Ia mengangkatmu dari tekanan ini!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/