DITOLAK

“… sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”

(Luk. 4:24)

 

Seorang pemuda, anggota Komisi Pemuda se­buah gereja mengajukan surat pengunduran diri dari kepengurusan komisi itu. Pengunduran dirinya disebabkan oleh rasa kecewa. Ia kecewa, sebab hampir setiap kali menyam­paikan sebuah gagasan, orang lain menolak gagasannya karena ada gagasan lain yang di­anggap lebih baik. Ia tidak siap ketika rapat yang membahas ide-ide menolak gagasannya, tetapi memenangkan gagasan orang lain. Ia merasa ditolak, sehingga memilih untuk mundur. Meskipun kadang di dalam pelaksanaan, ide-idenya dipakai juga karena ide yang dipilih dalam rapat ternyata tidak menjawab keadaan real di lapangan, na­mun ia tetap merasa terluka.

Yesus memberikan dua cara menyikapi penolakan. Pertama, Yesus menyadari bahwa diri-Nya ditolak. Ia mengerti alasan mengapa Ia dito­lak (ay. 24). Yesus mengajak kita juga untuk menyadari dengan pikiran jernih, tidak baper bahwa memang ada penolakan. Temukan dengan pikiran yang jernih dan positif mengapa orang-orang di sekitar kita me­nolak kita atau pendapat kita. Ketika kita berpikir jernih dan baik, maka kita tidak akan hanyut dalam kepedihan atau kemarahan yang tak perlu, sehingga kita mampu segera melangkah pada tahap berikutnya. Kedua, Yesus tidak pernah berhenti mewartakan kasih Allah meski Ia ditolak. Yesus tidak lelah memberi pengertian, bukan hanya kepada orang-orang Nazaret, melainkan juga kepada orang Yahudi, Samaria, dan orang-orang yang kadang menolak-Nya. Ia tetap membawa damai, bukan permusuhan dan perpecahan.

Youth, teladanilah Yesus dan tetaplah berbahagia meskipun ditolak.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/