FRUITLESS DISCUSSION

” Hindarilah omongan yang kosong ….”

(1Tim. 6:20)

 

 Tahun 2014, 2017 dan 2019 merupakan tahun-tahun ‘panas’ karena perhelatan pilkada dan pilpres. Selama masa pelaksanaan pilpres dan pilkada, biasanya banyak terjadi perbin­cangan dan perdebatan. Dalam perbincangan dan perdebatan itu banyak fakta-fakta dan hoax yang terungkap. Ada perdebatan yang membangun tetapi juga ada yang penuh kebohongan. Ada perdebatan yang berakhir baik, tetapi juga ada yang berakhir dengan perpecahan dan permusuhan. Sebagian dari antaranya berguna, tetapi sisanya tidak bermanfaat sama sekali.

 

Paulus berpesan di akhir suratnya agar Timotius menghindari omongan yang kosong. Dalam bahasa aslinya, omongan yang kosong menggunakan kata kenophonia, yang berarti fruitless discussion atau percakapan yang tidak bermanfaat. Timotius diminta menghindari percakapan yang tidak membangun, yang berujung pada kejahatan, permusuhan, dan kehancuran iman. Sebaliknya, Timotius harus me­nyuarakan kebenaran dan kebaikan sebagai wujud pertanggungjawaban imannya di hadapan Tuhan dan semua orang.

  

Youth, apakah Saudara senang berdiskusi, berbincang, dan berdebat? Hal-hal ini tentu dapat berguna untuk menambah dan mengasah pengetahuan yang kita miliki. Namun ingatlah, bahwa dis­kusi, perbincangan, dan perdebatan harus tetap berada pada koridor kebenaran dan kebaikan. Jangan terjebak pada kebohongan yang akan menggelembung menjadi berita busuk yang kita percaya! Jangan berbincang dalam semangat permusuhan! Tetaplah dalam kasih dan semangat persaudaraan. Kasih karunia menyertai kamu!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/