TETAP BERTAHAN DALAM PENDERITAAN KARENA IMAN

” Sesudah kamu menerima terang,

kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan

dalam perjuangan yang berat …. ”

(Ibr. 10:32)

 

Adakah orang yang mau hidupnya mender­ita? Umumnya tidak ada. Orang akan berupaya dengan berbagai cara agar hidupnya tidak menderita. Orang akan berusaha agar hidupnya aman dan nyaman. Jikalau naik bis, orang akan memilih bis yang ber-AC, ketimbang yang tidak ber-AC. Dalam beberapa kasus, bahkan ada orang yang “meng­gadaikan imannya” demi mempertahankan jabatan dan kenyamanan hidupnya.

 

Penulis surat Ibrani mengingatkan bahwa sebagai pengi­kut Kristus akan ada penderitaan yang dihadapi, yang disebabkan karena percaya kepada Yesus. Pada awal menjadi Kristen, jemaat mengalami pengejaran dan perampasan barang-barang mereka. Mereka dapat dicurigai dan tidak disenangi oleh masyarakat. Mereka dapat berhadapan dengan ancaman bahaya maut. Penulis su­rat Ibrani mengingatkan mereka akan kesetiaan kepada Kristus. Penulis surat Ibrani mengingatkan setiap orang percaya, agar selalu berpengharapan dan berpegang teguh pada iman per­cayanya. Bagi penulis surat Ibrani hidup ini adalah sesuatu yang sedang dalam perjalanan menuju hadirat Kristus. Karena itu, hidup tidak boleh terhanyut. Hanya orang yang bertahan setia dalam iman kepada Kristus hingga akhir yang akan selamat dan menang.

 

Youth, menjadi pengikut Kristus itu bisa jadi akan mendatang­kan penderitaan. Bentuk penderitaan dapat berupa ejekan, ce­laan, dikucilkan, atau bahkan dipecat dari pekerjaan. Kendati demikian, tetaplah setia dan bertekun dalam iman kepada Kristus.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/20/