ALLAH MEMBARUI

“Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”

(Why. 21:5)

 

“Revolusi Mental!” adalah semboyan yang diserukan oleh Jokowi tatkala ia terpilih menjadi Presiden RI ke-7. Melalui visi “Revolusi Mental” yang disuarakannya, Jokowi menyatakan bah­wa semangat untuk mengembangkan bangsa dan negara harus dimulai dari pembangunan mental dan karakter manusia, meliputi cara berpikir, bernalar, membuat pertimbangan dan mengambil keputusan. Ketika semua ada dalam pemahaman demikian, niscaya terjadi perubahan yang mengarah pada proses pembaruan ke arah yang sema­kin baik.

 

Pembaruan! Itulah yang diuraikan oleh Wahyu 21. Perikop ini men­catat penglihatan Yohanes, pasca penglihatan sebelumnya tentang le­nyapnya langit dan bumi di hadapan Allah (Yoh. 20:11-13). Ditulis bahwa Allah menghakimi orang-orang menurut perbuatan mereka dan setiap orang yang tidak tertulis dalam kitab kehidupan dilemparkan ke dalam lautan api. Pasal 21 memaparkan hal yang sebaliknya, akan ada langit dan bumi yang baru, kota yang Kudus, Yerusalem baru. Semua ungkapan dan gambaran yang dituliskan merupakan kiasan dari tindakan Allah melalui Yesus Kristus, yang melakukan pembaruan dalam kehidupan se­tiap orang percaya.

 

Youth, sebagai orang yang telah mengalami pembaruan melalui kehadiran Kristus, kita pun didorong untuk melakukan pembaruan di tengah dunia. Kita dapat mulai dari hal sederhana. Kita hadir dan me­nyatakan kasih serta pengharapan kepada mereka yang membutuhkan uluran kasih kita. Kita meyakini hal sederhana yang dilakukan dapat memberi dampak yang luar biasa.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/28/