DASAR YANG KOKOH

” Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain

daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. “

(1Kor. 3:11)

 

 

Dalam sebuah Camp Pemuda di gereja kami, ada sebuah permainan yang menarik perhatian saya. Permainan itu adalah membuat sebuah menara yang tinggi dan kokoh, menggunakan sedotan dan karton yang telah disediakan oleh panitia. Peserta diberi waktu 20 menit untuk membuat menara tersebut. Setelah waktu berakhir, panitia akan mencoba mengetes kekokohan setiap menara dengan menaruh Alkitab di atasnya. Setiap kelompok berupaya untuk dan dengan berbagai cara membuat menara tertinggi, namun tak banyak yang memperhatikan perihal “kekokohan.” Akibatnya, ke­tika Alkitab ditaruh di atas menara, runtuhlah menara tersebut.

 

Penting sekali memiliki dasar yang kokoh. Ini ditegaskan Paulus dalam 1 Korintus 3:10-17. Jemaat Korintus berdiri karena kasih karunia Allah. Karenanya, ia harus menyadari dua hal, pertama, pentingnya membangun jemaat di atas dasar yang kokoh, yaitu Kristus. Kedua, bagaimana tiap-tiap orang memperhatikan kualitas pembangunan di atas fondasi tersebut (ay. 10b). Menggunakan standar yang Allah tetapkan dalam proses pem­bangunan jemaatnya.

 

Youth, hidup kita telah mengalami karya penyelamatan Allah, melalui Kristus yang lahir dan menjadi Juruselamat manusia. Hal itu mestinya selalu mengingatkan kita untuk menjadikan Kristus sebagai dasar utama. Menjadikan Kristus sebagai dasar akan terlihat dalam hidup yang senantiasa selaras dengan karakter dan kualitas yang dikehendaki Allah. Hidup selaras dengan kehendak Allah akan tampak se­cara konkret ketika kita bergiat melayani pekerjaan Tuhan sepanjang hidup kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/29/