DICIPTAKAN UNTUK KEMULIAANNYA

” Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN,

sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur,

keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. “

(Mzm 148:13)

 

 

“Anda adalah Anda untuk suatu alasan. Anda adalah bagian dari suatu rencana yang pelik. Anda adalah suatu desain yang unik, yang ber­harga dan sempurna. Disebut laki-laki atau perempuan khusus milik Tuhan.” Demikian penggalan puisi yang ditulis oleh Russel Kelfer yang telah diterjemahkan dan dimuat dalam buku, “Untuk Apa Aku Ada di Dunia Ini?” Sebuah buku yang dengan jelas menuliskan bahwa ke­hadiran manusia bukanlah sebuah kebetulan, namun ada rencana dan tujuan Allah di dalamnya. Untuk apa Saudara diciptakan? Tulisan dalam buku itu mengatakan bahwa kita diciptakan untuk memuliakan Allah.

 

Melalui Mazmur 148 ini, pemazmur mengajak seluruh isi bumi dan surga untuk memuji Allah. Ajakan tersebut dilandasi oleh keyakinan bah­wa hanya nama Tuhan yang tinggi luhur dan keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Kekuasaan Allah nampak melalui ungkapan-ungkapan yang dinyatakan dalam pujian ini, “Ia memberi perintah maka semuanya tercipta” (ay.5), yang berarti pujian kita disertai dengan kesediaan un­tuk menerima rancangan Allah senantiasa baik adanya. “Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya” (ay.6), yang berarti Ia setia dan senantiasa memelihara umat-Nya, dan “Dia memberikan perintah yang tidak dapat dilanggar” (ay. 6b), ini berarti kita juga dipanggil untuk terus taat pada firman-Nya hari lepas hari.

  

Youth, kita ada bukan karena kebetulan. Allah memiliki tujuan dalam hidup kita. Tujuan itu adalah untuk memuliakan-Nya. Hidup yang memuliakan Allah mestinya tampak melalui keseharian kita, yaitu kehadiran yang membawa dampak positif bagi orang-orang di sekeliling kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/12/27/