SALIB KRISTUS

” Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan

bagi mereka yang akan binasa … ”

(1Kor. 1:18)

 

 

Salib dikenal orang sebagai lambang kekristenan dan banyak digunakan sebagai hiasan pada kalung, anting-anting, dan lain-lain. Padahal, dahulu salib menjadi bahan olok-olokan orang. Salib adalah lambang hukuman paling berat yang harus diderita oleh pelaku kejahatan. Siapa pun yang mati di kayu salib akan dicap sebagai orang hina.

 

Dunia beranggapan jika berita tentang salib adalah suatu kebodohan, sebab bagaimana mungkin lambang kematian justru diagungkan sebagai lambang keselamatan. Berita salib merupakan kebodohan bagi orang-orang yang tidak percaya kepada karya kasih Allah. Bagaimana kita sebagai orang percaya menyikapi berita tentang salib? Salib adalah bukti kemenangan Kristus. Dia menang atas dosa. Kebinasaan serta penghukuman yang harusnya kita tanggung telah ditimpakan kepada-Nya. Yesus rela menanggung hukuman mati di kayu salib demi manusia yang berdosa. Ia memberi diri untuk dihukum dan digantung di kayu salib agar dosa yang membelenggu manusia diangkat dan dilepas. Dunia berpikir bahwa pelanggaran dan dosa cukup ditebus dengan perbuatan baik. Namun, sejatinya hanya Kristuslah yang mampu menebus manusia dari dosa.

 

Youth, kita harus bersyukur atas pengurbanan Tuhan Yesus Kristus. Anugerah yang dinyatakannya telah menyelamatkan kita dari dosa dan maut yang kekal. Melalui pengurbanan-Nya di kayu salib, kita ditebus dan dibenarkan. Oleh karena itu, jadikanlah Kristus sebagai Tuhan dan tujuan kehidupan kita, sebab di dalam Dia ada hidup yang kekal.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/