SIBUK DENGAN DIRI SENDIRI

” … lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan …. ”

(Pkh. 2:11)

 

 

Di dunia modern ini, sepertinya kita selalu berpacu dengan waktu. Satu hari, atau 24 jam, acap kali tidak lagi cukup bagi manusia. Ada sederet pekerjaan yang menumpuk dan menunggu. Persoalannya, manusia akhirnya sibuk untuk dirinya sendiri. Manusia lupa untuk berelasi dengan orang lain, bahkan dengan Tuhan. Manusia menghabiskan hari-harinya untuk dirinya sendiri.

 

Menurut pengkhotbah, apa pun dalam dunia ini sifatnya sementara (Pkh. 1:2-11). Semua segera berlalu dan berubah. Tidak ada yang dapat menahannya. Pengkhotbah menemukan bahwa apa yang berubah tidak akan pernah dapat memuaskan hati manusia. Ketika ia mendapatkannya, semua itu segera berlalu dan meninggalkannya. Yang fana tidak dapat memuaskan manusia! Salomo mencoba mencari kepuasan dan makna hidup dalam segala jerih payahnya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar. Harapannya, ia akan menemukan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Namun, semua itu sia-sia. Semakin seseorang sibuk, ia justru kehilangan arah dan tujuan hidupnya, bahkan muncul berbagai persoalan lain.

 

Youth, sibuk bekerja tidaklah salah. Memiliki banyak harta bukanlah dosa. Mengejar pengetahuan juga bukanlah kekeliruan, karena semua itu dapat menolong kita menjalani kehidupan dengan lebih baik. Namun, jika kita berpikir bahwa itu adalah sumber kebahagiaan dan tanpanya kita kehilangan makna hidup, itulah kesalahan. Jika kita mati-matian mengejarnya dan menghabiskan tenaga dan waktu untuk semua itu, kita akan berakhir sia-sia. Jangan sibuk sampai melupakan Tuhan, sebab Dia sumber bahagia kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/